Minggu, 28 Oktober 2012

Hari ke-13 Jokowi Ahok Kagumi Cara Kerja Jokowi yang Tak Pernah Mengeluh

M Iqbal - detikNews

Jakarta Kehadiran Joko Widodo (Jokowi) sebagai Gubernur DKI Jakarta, dianggap sebagai pemimpin model moderat yang dekat dengan rakyat. Tidak saja bagi masyarakat ibukota, sang wakil gubernur, Basuki Tjahaja Purnama, juga kagum dengan cara kerja Jokowi yang tak pernah mengeluh.

"(Jokowi) tidak pernah ngeluh, paling beliau masuk kamar tidur bentar waktu malam, terus bangun lagi sampai pukul 01.00 WIB pagi lagi. Terus subuh-subuh udah bangun, benar-benar spesial kuatnya beliau ini" kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dalam pesan singkat kepada detikcom, Minggu (28/10/2012).

Bagi Ahok, Jokowi bekerja dengan luar biasa, seolah sudah menjadi kesenangan Jokowi untuk mengurusi warga yang dipimpinnya. Rasa senang Jokowi mengurus rakyat itulah yang menurut Ahok jadi obat mujarab kelelahannya.

"Sepertinya hati yang senang benar-benar obat mujarabnya beliau (Jokowi). Beliau senang ngurusin rakyat," tutur Ahok.

Jokowi memang baru dua minggu menjabat Gubernur DKI Jakarta. Tapi sejak hari pertama pasca pelantikan, Jokowi tak sungkan untuk langsung turun ke lapangan melakukan sidak, peninjauan dan melihat langsung masalah di masyarakat. Tak heran, tempat seperti sungai Ciliwung, pasar-pasar, bantaran rel kereta api, kantor lurah dan camat, serta kantor pemadam kebakaran tak luput dari pantauan Jokowi.

Jokowi tak hirau jika ada orang yang menganggap apa yang dilakukannya hanya untuk pencitraan. Bagi mantan Wali Kota Solo itu, yang terpenting adalah fokus kerja dan lihat realisasinya. "Kalau ada yang menyampaikan saya ke lapangan untuk pencitraan, nanti lihat kalau sudah ada realisasinya. Yang paling penting itu adalah realisasi," kata Jokowi, Kamis (25/7).

Lebih jauh Jokowi menegaskan tidak pernah meminta media untuk meliput kegiatannya, justru media yang mengejar-ngejar dirinya. Bahkan, belakangan tak ada yang tahu kapan dan di mana jadwal sidak Jokowi.

"Yang dimaksud pencitraan itu seperti apa? Kalau pencitraan kan media yang saya ajak. Lah ini kan mereka (media) yang mau ikut," ucapnya.


(iqb/mad) 

Gaya Jokowi Pimpin DKI Bisa Jadi Patokan Penilaian pada Gubernur Lain

Danu Mahardika - detikNews

JakartaGubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kerap dielu-elukan berbagai pihak karena gaya kepemimpinannya di awal masa tugasnya ini. Gaya Jokowi ini dinilai bisa menjadi tolok ukur bagi masyarakat daerah lain untuk menilai gubernurnya.

"Seperti inilah pemimpin ideal. Sekarang semua bupati akan dituntut seperti Jokowi, semua gubernur akan dituntut seperti dia," jelas Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Danang Widoyoko saat ditemui di restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Minggu (28/10/12).

Menurut Danang, gaya kepemimpinan mantan walikota Solo ini bisa dibilang baru pertama kali ada. Ia menilai sejak dulu sebagian besar pemimpin biasanya bersifat elitis dan kurang dekat dengan rakyat.

"Inilah model kepemimpinn yang selama ini tidak ada. Mungkin ada, tapi belum terekspos. Tapi ini sebuah gebrakan baru menurut saya," lanjutnya.

Aktivis anti korupsi ini menambahkan, istilah 'Jokowi effect' kini sudah bukan identik lagi dengan bagaimana cara memenangkan pilkada namun juga bagaimana cara memimpin.

"Ini yang memberi inspirasi dan juga yang disebut jokowi effect itu bukan hanya bagaimana memenangkan pilkada tapi bagaimana menjadi pemimpin, bagaimana pemimpin harus berkomunikasi dengan masyarkat," imbuhnya.

(fjp/mad)

Tim Tagana dan Masyarakat Masih Melakukan Penyisiran

KAMPAR KIRI-Korban tenggelam hingga saat ini masih belum bisa ditemukan, tim Tanggap Darurat Bencana (Tagana) Kabupaten Kampar dan masyarakat masih melakukan penyisiran dengan mengunakan speedboat piber dan perahu karet.

" Kami masih melakukan penyisiran di Sungai Subayang mulai dari lokasi tenggelam hingga ke Pasau Padang Sawah," ungkap Ketua Tagana Kabupaten Kampar Amran saat dikonfirmasi wartawan, Ahad pagi, 28 Oktober 2012.

Dikatakannya, bahwa tim saat ini masih terus melakukan pencarian terhadap Tiga orang korban yang tenggelam, Sabtu siang, 27 Oktober 2012, kemarin.

" Hingga saat ini belum ditemukan lagi korban, kita bersama dengan masyarakat masih menyisir sungai. Tim dan masyarakat, pagi tadi mulai turun melakukan pencarian terhadap korban sekitar pukul 06:30, karena kondisi hari hujan, biasanya kita standar turun pukul 06:00 WIB," katanya.

Menurut Amran, tim Tagana tiba dilokasi malam tadi, Sabtu, 27 Oktober 2012 bersama dengan anggotanya sekitar 10 orang, peralatan yang dibawa satu unit speedboat piber, perahu karet, polbek, dan perlengkapan lainnya.

" Malam tadi, begitu tiba dilokasi, langsung mempersiapkan peralatan dan sekitar pukul 20:00 WIB, tim bersama masyarakat melakukan penyisiran mulai dari TKP. Dan pencarian dihentikan pada pukul 00:30 WIB, dini hari," sebutnya.

Pagi hingga siang ini, selain tim Tagana ada juga turun dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar Asri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar M Nasir, petugas dari Basarnas Pekanbaru.

" Kondisi hujan yang menyebabkan air deras dan dalam, tidak bisa dilakukan penyelaman, pencarian dengan cara melakukan penyisiran di sepanjang sungai Sebayang," ujar Amran.

Hari ke-12 Jokowi Jokowi Naik Mobil Pemadam Kebakaran

Rina Atriana - detikNews

JakartaHari menjelang sore, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyambangi kantor Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Ia bahkan sempat naik ke atas mobil damkar itu.

Jokowi yang terbalut kemeja warna putih dan celana hitam mengecek alat-alat pemadam kebakaran dan kesiapan petugas damkar, Sabtu (27/10/2012).

Jokowi memberikan arahan dan memacu semangat kepada sejumlah petugas pemadam kebakaran. Jokowi dan para petugas Damkar lalu bersalaman.

Ia kemudian memeriksa kesiapan dan kesiagaan petugas pemadam kebakaran, termasuk kostum dan peralatan yang digunakan saat berjuang menjinakkan si jago merah.

Mantan Wali Kota Solo itu juga tidak segan-segan menjajal naik ke atas mobil pemadam kebakaran dan melakukan pengecekan.

"Tadi cek-cek, semua sudah hidup. Yang ini baik. Saya apresiasi untuk yang siap-siap seperti ini. Sudah bagus, sudah siap," kata Jokowi.


(aan/ndr)

Lisa Nekat Rekam Adegan Mesumnya Karena Sering Dikasari Suami

Tamam Mubarrok - detikSurabaya
 
Mojokerto - Lisatulniah (19), pemeran video porno Lisa vs Ali mengaku sering diperlakukan kasar oleh suami sahnya. Itulah alasannya memilih berselingkuh dan merekam adegan mesumnya dengan Ali Khomarudin.

Menurut pengakuan Lisa, dirinya sering mengalami tindak kekerasan oleh suaminya sendiri, Ferry. "Saya sering dipukul dengan tangan. Bahkan pernah disiram dengan kuah bakso," kata Lisa saat diperiksa polisi, Sabtu (27/10/2012) siang.

Bahkan, Lisa juga pernah melaporkan suaminya mengenai penyiraman kuah bakso itu. "Dulu dia pernah melaporkan suaminya karena mengalami tindak kekerasan," kata Kanit PPA Satreskrim Polres Mojokerto Aiptu Sri Mulyani.

Menurut Sri, ada dugaan Lisa mengalami tindak kekerasan dari suaminya sendiri karena memang berselingkuh dengan Ali Khomarudin. Sebab, saat suaminya diperiksa, dia mengaku sering mendengar jika Lisa sering berkencan dengan Ali.

"Jika Lisa memilih selingkuh karena kerab mendapat perlakuan kasar, berbeda dengan suaminya. Suaminya kesal karena Lisa sering selingkuh," ungkapnya.

Sepekan terakhir ini, warga Mojokerto dihebohkan dengan beredarnya video porno yang diperankan sepasang kekasih. Video berdurasi 6,4 menit itu diperankan oleh warga Kecamatan Ngoro.

Akhirnya, polisi yang bergerak cepat, dan berhasil mengamankan kedua pemeran adegan mesum tersebut. Mereka adalah Ali Komarudin (24) dan Lisatulniah (19) warga Dusun Jedong Wetan, Desa Wotanmas Jedong, Kecamatan Ngoro, Mojokerto.

(bdh/bdh)

Bawaslu Diminta Bongkar Manuver KPU

JAKARTA--MICOM: Pengunduran pengumuman verifikasi partai politik oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperlihatkan lembaga tersebut tidak bekerja dengan efektif dan proporsional. Bawaslu perlu dilibatkan untuk membongkar manuver KPU.

"Pernyataan KPU bahwa ada beberapa persoalan administratif parpol yang harus terus diteliti tidak terlalu meyakinkan. Sebab, asumsi awalnya, verifikasi kedua harusnya sudah lebih sederhana," kata Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, Jakarta, Sabtu (27/10).

Ia mengatakan pada verifikasi pertama telah ada identifikasi berbagai kekurangan parpol. Sedangkan verifikasi tahap selanjutnya adalah mengecek data-data perubahan yang diberikan parpol. "Artinya tidak mulai dari nol kembali. Tapi, kenyataannya itu juga tidak mudah bagi KPU," kata Ray.

Pernyataan KPU bahwa ada persoalan pemberkasan malah menimbulkan tanda tanya lebih lanjut. "Pemberkasan seperti apa yang dimaksud oleh KPU. Bukankah memang sejak awal verifikasi, pemberkasan juga telah dilakukan," katanya.

Rapat KPU yang sangat tertutup juga menimbulkan tanda tanya. "Apa yang harus ditutupi. Toh pada ujungnya tetap harus diumumkan," kata Ray.

Ia menambahkan, kalau tidak ada sesuatu yang bersifat sangat rahasia, sebaiknya rapat-rapat seperti itu dibuka saja dan ditampilkan seluruh data-data parpol.

"Dengan membuka data-data yang dimaksud maka semua tahu dan paham mengapa satu parpol diloloskan, dan yang lain tidak," tukasnya.

Menurutnya, prinsip tertutup KPU cukup pada waktu verifikasi. Alasannya, karena ada unsur kekhawatiran para verifikator berhubungan dengan partai politik calon peserta pemilu.

"Tetapi waktu hendak menetapkan calon parpol yang lolos atau tidak, sebaiknya itu dilakukan dalam rapat terbuka," tukasnya.

Menurut Ray, keterlibatan Bawaslu perlu untuk membongkar berbagai kecurigaan manuver KPU. "Tanpa keterlibatan Bawaslu, akan sulit memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa jadwal pengumuman dua kali dimundurkan, apa yang jadi kendala, dan lain sebagainya. Bawaslu harus bergerak," kata Ray. (OX/OL-8)

Sejarawan: Sumpah Pemuda Itu Kepalsuan Sejarah

M Rizki Maulana - detikNews
JakartaSumpah Pemuda yang selalu diperingati setiap 28 Oktober dianggap ada kepalsuan di dalamnya. Kepalsuan tersebut terutama mengenai isi dari Sumpah Pemuda.

"Jadi teks yang sekarang itu merupakan produk masa depan, terutama kata-kata 'satu' yang ada di tiap point Sumpah Pemuda itu. Ini kepalsuan sejarah," ujar sejarawan, JJ Rizal, dalam diskusi bertema 'Sumpah Pemuda di tengah Sumpah Serapah' di Warung Daun, Jalan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/10/2012).

Menurut Rizal, kata-kata 'satu' dibuat pada era Soekarno. Hal ini disebabkan karena Soekarno khawatir adanya kegiatan memecah belah bangsa.

"Menurut Nietzsche sejarah itu begitu gemulai sehingga gampang sekali untuk diperkosa. Sumpah Pemuda ini digunakan sebagai alat untuk keperluan pada waktu itu," terangnya.

Sementara itu aktivis perempuan, Dita Indah Sari, menyebutkan manipulasi 'Sumpah Pemuda' tapi menunjukkan bagaiman pluralisme memiliki tempat.

Selain itu, penggulingan kekuasaan pada tahun 1998 juga erat kaitannya dengan Sumpah Pemuda.

"Pada tahun 1998 itu semangatnya hampir sama dengan 1928. Untuk merebut kekuasaan dari kaum tua, dan melepaskan diri dari penjajahan. Selain itu pokok-pokok pluralisme pada 1928 juga ada di 1998," ucapnya.

(riz/aan)