Kamis, 25 Oktober 2012

Sore Tadi Jalan Raya Perbatasan Pekanbaru-Kampar Macet

BANGKINANG-Jalan raya Perbatasan Pekanbaru-Kampar, mulai di simpang panam Pekanbaru hingga di depan SPBU H Nasir Rimbo Panjang Kabupaten Kampar mengalami macet yang cukup panjang.

Adi salah seorang warga Bangkinang yang terkena macet, saat dihubungi wartawan, Kamis sore jelang malam, 25 Oktober 2012, membenarkan telah terjadi macet yang cukup panjang di sepanjang Simpang Panam ke arah menuju perbatasan Pekanbaru-Kampar.

" Benar, sekitar kurang lebih pukul 17:00 WIB, saya mau pulang ke Bangkinang mengalami macet," ungkapnya lewat telepon genggamnya.

Dikatakannya, ia bersama dengan keluarganya mengunakan mobil hendak pulang ke Bangkinang. Namun, hampir lebih 30 menit antrian panjang baru bisa lewat.

" Terpaksa harus merangkak dulu, lambat-lambat karena macet yang begitu panjang. Perkiraan saya macetnya ada sekitar 2 kilo, gitulah. Mulai dari Simpang Panam sampai ke SPBU Rimbo Panjang Perbatasan Pekanbaru-Kampar itu sekitar 30 menit baru bisa lewat," paparnya.

Sementara itu Kapolsek Tambang AKP Miswarizal yang dikonfirmasi hanya berkata singkat tidak ada, lalu langsung mematikan telepon selulernya.

Gadis Brazil Ini Melelang Keperawanannya Tembus Rp 7,5 Miliar

Catarina Migliorini (20 tahun) ialah seorang mahasiswi asal Brazil yang mengambil bagian dalam lelang keperawanan untuk sebuah film dokumenter Australia bertajuk ‘Virgin Wanted‘.

Seperti dilansir the sun, penawaran tertinggi untuk gadis cantik ini berada di angka 780.000 dollar US atau setara dengan Rp 7,5 Milliar. Tawaran tersebut dimiliki oleh pria asal Jepang bernama Natsu.

“Aturan main” lainnya yaitu sang pemenang diwajibkan memakai kondom, melarang penggunaan sex toys, berciuman, merekam adegan langsung, serta menetapkan waktu minimal satu jam.

Bayi Lahir Dari Dalam Tanah





Bayi muncul dari dalam tanah, ini benar-benar cerita nyata dan bukan cerita isapan jempol untuk menarik pembaca. Mungkin anda menyimpulkan bahwa bayi tersebut adalah bayi jadi-jadian, bayi ajaib atau bayi yang di buang oleh orang tuanya karena berasal dari hubungan gelap mereka.

Ketika di temukanpun bayi ini memunculkan banyak pertanyaan, bagaimana mungkin seorang bayi muncul dari dalam tanah? Mungkinkah bumi melahirkan seorang anak manusia secara nyata? Berikut ini ceritanya. Seperti yang dilansir .

Kisah ini terjadi di Bangladesh.Suatu sore seorang lelaki melintas pada sebuah jalan yang rusak dan telah porak poranda di gerus ganasnya banjir di kota Bangladesh. Secara tidak sadar telinganya menangkap suara tangisan bayi, menurut lelaki ini suara bayi tersebut adalah sebuah keanehan karena disekitar tempat tersebut sudah tidak lagi di temukan rumah, karena bangunan-bangunan di daerah tersebut sudah rata dengan tanah. Yang membuat pria ini semakin penuh tanda tanya adalah suara tersebut seolah-olah berasal dari dalam tanah.

Tidak menunggu lama pria tersebut langsung mencari sumber suara bayi yang sepertinya berasal dari dalam tanah. Sahabat anehdidunia.com alangkah terkejutnya pria ini ketika melihat pemandangan ganjil di depan matanya, seorang bayi mungil masih merah ada di antara belahan lumpur bekas banjir dan seperti muncul dari dalam tanah.

SUMBER 

Max Sopacua: Dahlan Iskan Lakukan Kampanye Privat

Max membantah ada upaya menjegal Dahlan Iskan.

 

VIVAnews - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua, mengatakan tak ada upaya dari partai-partai lain untuk menjegal Dahlan Iskan, Agus Martowardojo, dan Gita Wirjawan. Pernyataan ini membantah tuduhan politikus Demokrat Ruhut Sitompul sebelumnya.

"Tidak ada usaha menjegal dan tidak ada bahan untuk menjegal mereka, karena mereka punya lahan. Mereka turun ke bawah bukan kampanye tapi menjalankan tugas kabinet. Tidak ada penjegalan," kata Max di Gedung DPR, Kamis 25 Oktober 2012.

Sebelumnya, Ruhut menuding ada upaya untuk menjegal ketiga tokoh tersebut, semata-mata karena partai lain tengah mengincar peluang bagi kader-kadernya untuk duduk di pemerintahan. "Mereka ini orang-orang profesional, dan diidolakan masyarakat. Beberapa capres juga sudah menggadang-gadang mereka untuk jadi calon wapres. Partai menengah kan juga mengincar posisi wapres. Jadi, terlihat gaya-gaya yang norak dan memalukan," ujar Ruhut

Dari Partai Demokrat sendiri, Max mengatakan belum ada pembicaraan untuk mengusung Dahlan dan lainnya dalam pemilihan presiden pada 2014 mendatang. "Saya kira kalau dari Dewan Pembina tidak pernah membicarakan itu, karena belum saatnya," kata Max.

Terkait meningkatnya elektabilitas kedua menteri SBY, baik Dahlan ataupun Gita, Max mengatakan tak heran. Pasalnya, mereka kerap diberitakan.

"Saya kira karena mereka jadi media darling. Anda (wartawan) sendiri yang mengangkat permasalahannya setiap saat sehingga rakyat terkontaminasi. Tidak ada hal yang aneh kalau media mengangkat itu, karena itu bahan berita. Jadi jangan dianggap mereka naik elektabilitasnya samar-samar di masyarakat lalu menjadi ancaman, itu tidak," Max menegaskan.

Media jadi penolong ketiga menteri itu. "Dahlan Iskan, misalnya, kerjaannya ke daerah terus. Secara naluri kita melihat juga ada private campaign yang terjadi. Artinya, keinginan dia juga besar untuk maju," kata Max. (kd)

 

187 Anggota DPR Bolos Paripurna RAPBN 2013

Kendati cukup banyak yang tidak hadir, paripurna itu sudah kuorum.

 VIVAnews - Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat yang mengambil keputusan mengenai Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2013 tidak dihadiri 187 anggota Dewan. Kendati cukup banyak yang tidak hadir, rapat paripurna itu sudah memenuhi kuorum.

Pantauan VIVAnews di ruang Rapat Paripurna DPR, Jakarta, Selasa 23 Oktober 2012, hingga sekitar pukul 12.30 WIB daftar hadir Rapat Paripurna menunjukkan total anggota DPR yang hadir adalah 373 orang dari 560 orang.

Jumlah anggota yang hadir dari Fraksi Demokrat 94 orang dari 148 anggota, Fraksi Golkar hadir 77 orang dari total 106 anggota, dan Fraksi PDI Perjuangan hadir 39 orang dari 94 anggota.

Sementara itu, dari Fraksi PKS hanya 39 anggota yang hadir dari 57 anggota, Fraksi PAN hadir 30 orang dari 46 anggota, Fraksi PPP hadir 25 orang dari 38 anggota, Fraksi PKB hadir 13 orang dari 28 anggota, Fraksi Gerindra hadir 20 orang dari 26 anggota, dan Fraksi Hanura 12 orang dari 17 anggota.

Dengan demikian, jumlah anggota yang tidak hadir dalam Rapat Paripurna DPR yang dipimpin Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS, Anis Matta, sebanyak 187 anggota.

Selain pembahasan dan pengambilan keputusan terhadap RUU APBN 2013, Rapat Paripurna DPR hari ini juga membahas laporan Komisi III tentang hasil uji kepatutan dan kelayakan calon komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia periode 2012-2017.

Rapat Paripurna juga meminta pendapat fraksi-fraksi terhadap RUU tentang Kepalangmerahan dan RUU tentang Penyiaran. (art)

HS, Anggota Polsek Tamansari Dapat Foto Seronok Novi dari Wartawan

E Mei Amelia R - detikNews


Jakarta - Anggota Polsek Tamansari berinisial HS kedapatan menyimpan foto seksi Novi Amilia (25), penabrak 7 orang di Tamansari, Jakarta Barat beberapa waktu lalu. Petugas Pejabat Pengawas (Pawas) berpangkat Iptu itu mengaku mendapat foto Novi itu dari seorang wartawan yang saat itu meliput.

"Dari hasil pemeriksaan anggota tadi siapa yang memfoto demikian, kita sudah mengkerucut terhadap wartawan berinisial WO. Dia (HS) yang di dalam HP-nya ada 2 gambar ini (gambar Novi) menerima limpahan foto dari WO," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (25/10/2012).

Dari hasil pemeriksaan metadata tim cyber crime, terdapat 2 foto gambar Novi dalam keadaan hanya mengenakan bra dan celana hot pants di kartu memori BlackBerry milik HS. Foto itu diambil beberapa saat setelah Novi diamankan di Mapolsek Tamansari.

Dua foto Novi yang gambarnya tersimpan di handphone HS ini adalah gambar yang sama dengan yang tersebar di internet.

"Dari hasil pemeriksaan laboratoris dan keterangan saksi, barang bukti (foto Novi-red) tersebut berupa pengiriman foto via BBM kepada saudara HS dari WO," kata Rikwanto.

Namun, apakah foto tersebut disebarkan oleh WO melalui internet? Rikwanto melanjutkan, pihaknya selanjutnya akan meminta keterangan dari WO untuk memastikan hal itu.

"Untuk itu kita mengkerucut ke WO, nanti apakah WO menerima pelimpahan (kiriman) atau langsung memfoto pada objek (Novi-red)," jelas Rikwanto.

Selain berdasar keterangan HS, polisi juga memperoleh keterangan dari seorang polwan berinisial DI. Saat DI mengambil foto Novi dalam pose berdiri dengan hanya mengenakan bra dan hot pants ini, juga ada orang lain yang mengambil foto tersebut dari posisi yang sama.

"Berdasarkan keterangan DI, waktu dia mengambil foto Novi itu ada WO di sampingnya yang juga menjepret Novi," ujar Rikwanto.

Selain memeriksa HS dan DI, provost juga memeriksa petugas buser yang saat itu piket dan ikut mengawasi Novi saat berada di ruang penyidik.

"Dari keterangan anggota yang jaga, di ruang itu diserbu masyarakat dan media selain petugas juga tentunya," kata Rikwanto.

Dijelaskan Rikwanto, kamar penyidik itu tertutup. Pintu ruangan dilapisi kaca buram yang tidak memungkinkan pengambilan foto melalui kaca pintu karena tidak tembus pandang, hanya buram saja.

"Ini tentu ada yang masuk, ini ada penyidik dan media. Anggota di dalam menyaksikan ada media yang ambil foto Novi," tutup Rikwanto.

Sementara itu, Kepala Polres Jakarta Barat Kombes Pol Suntana mengatakan, pihaknya akan meminta keterangan dari WO terkait foto tersebut.

"Tapi kan belum tentu dia (WO) yang menyebarkan ke internet," kata Suntana.

Suntana mengatakan, pihaknya akan melakukan penyidikan lebih intensif guna mengetahui siapa pelaku penyebaran foto Novi hingga akhirnya tersebar di internet.

"Seseorang yang memfoto belum tentu dia yang upload. Yang jadi pidana itu adalah orang yang upload ke internet, itulah yang akan kita cari. Dan itu perlu waktu yang cukup lama," jelas Suntana.

Jika terbukti WO adalah yang menyebarkan foto Novi melalui internet dan alat teknologi lainnya, maka WO bisa dijerat UU ITE.

"Tapi kalau hanya memfoto saja, siapa pun itu akan kita tindak. Namun pasalnya apa, nanti kita lihat kerangka hukumnya," ujar Suntana di lokasi yang sama.

(mei/ndr) Jakarta - Anggota Polsek Tamansari berinisial HS kedapatan menyimpan foto seksi Novi Amilia (25), penabrak 7 orang di Tamansari, Jakarta Barat beberapa waktu lalu. Petugas Pejabat Pengawas (Pawas) berpangkat Iptu itu mengaku mendapat foto Novi itu dari seorang wartawan yang saat itu meliput.

"Dari hasil pemeriksaan anggota tadi siapa yang memfoto demikian, kita sudah mengkerucut terhadap wartawan berinisial WO. Dia (HS) yang di dalam HP-nya ada 2 gambar ini (gambar Novi) menerima limpahan foto dari WO," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (25/10/2012).

Dari hasil pemeriksaan metadata tim cyber crime, terdapat 2 foto gambar Novi dalam keadaan hanya mengenakan bra dan celana hot pants di kartu memori BlackBerry milik HS. Foto itu diambil beberapa saat setelah Novi diamankan di Mapolsek Tamansari.

Dua foto Novi yang gambarnya tersimpan di handphone HS ini adalah gambar yang sama dengan yang tersebar di internet.

"Dari hasil pemeriksaan laboratoris dan keterangan saksi, barang bukti (foto Novi-red) tersebut berupa pengiriman foto via BBM kepada saudara HS dari WO," kata Rikwanto.

Namun, apakah foto tersebut disebarkan oleh WO melalui internet? Rikwanto melanjutkan, pihaknya selanjutnya akan meminta keterangan dari WO untuk memastikan hal itu.

"Untuk itu kita mengkerucut ke WO, nanti apakah WO menerima pelimpahan (kiriman) atau langsung memfoto pada objek (Novi-red)," jelas Rikwanto.

Selain berdasar keterangan HS, polisi juga memperoleh keterangan dari seorang polwan berinisial DI. Saat DI mengambil foto Novi dalam pose berdiri dengan hanya mengenakan bra dan hot pants ini, juga ada orang lain yang mengambil foto tersebut dari posisi yang sama.

"Berdasarkan keterangan DI, waktu dia mengambil foto Novi itu ada WO di sampingnya yang juga menjepret Novi," ujar Rikwanto.

Selain memeriksa HS dan DI, provost juga memeriksa petugas buser yang saat itu piket dan ikut mengawasi Novi saat berada di ruang penyidik.

"Dari keterangan anggota yang jaga, di ruang itu diserbu masyarakat dan media selain petugas juga tentunya," kata Rikwanto.

Dijelaskan Rikwanto, kamar penyidik itu tertutup. Pintu ruangan dilapisi kaca buram yang tidak memungkinkan pengambilan foto melalui kaca pintu karena tidak tembus pandang, hanya buram saja.

"Ini tentu ada yang masuk, ini ada penyidik dan media. Anggota di dalam menyaksikan ada media yang ambil foto Novi," tutup Rikwanto.

Sementara itu, Kepala Polres Jakarta Barat Kombes Pol Suntana mengatakan, pihaknya akan meminta keterangan dari WO terkait foto tersebut.

"Tapi kan belum tentu dia (WO) yang menyebarkan ke internet," kata Suntana.

Suntana mengatakan, pihaknya akan melakukan penyidikan lebih intensif guna mengetahui siapa pelaku penyebaran foto Novi hingga akhirnya tersebar di internet.

"Seseorang yang memfoto belum tentu dia yang upload. Yang jadi pidana itu adalah orang yang upload ke internet, itulah yang akan kita cari. Dan itu perlu waktu yang cukup lama," jelas Suntana.

Jika terbukti WO adalah yang menyebarkan foto Novi melalui internet dan alat teknologi lainnya, maka WO bisa dijerat UU ITE.

"Tapi kalau hanya memfoto saja, siapa pun itu akan kita tindak. Namun pasalnya apa, nanti kita lihat kerangka hukumnya," ujar Suntana di lokasi yang sama.

(mei/ndr) Jakarta - Anggota Polsek Tamansari berinisial HS kedapatan menyimpan foto seksi Novi Amilia (25), penabrak 7 orang di Tamansari, Jakarta Barat beberapa waktu lalu. Petugas Pejabat Pengawas (Pawas) berpangkat Iptu itu mengaku mendapat foto Novi itu dari seorang wartawan yang saat itu meliput.

"Dari hasil pemeriksaan anggota tadi siapa yang memfoto demikian, kita sudah mengkerucut terhadap wartawan berinisial WO. Dia (HS) yang di dalam HP-nya ada 2 gambar ini (gambar Novi) menerima limpahan foto dari WO," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (25/10/2012).

Dari hasil pemeriksaan metadata tim cyber crime, terdapat 2 foto gambar Novi dalam keadaan hanya mengenakan bra dan celana hot pants di kartu memori BlackBerry milik HS. Foto itu diambil beberapa saat setelah Novi diamankan di Mapolsek Tamansari.

Dua foto Novi yang gambarnya tersimpan di handphone HS ini adalah gambar yang sama dengan yang tersebar di internet.

"Dari hasil pemeriksaan laboratoris dan keterangan saksi, barang bukti (foto Novi-red) tersebut berupa pengiriman foto via BBM kepada saudara HS dari WO," kata Rikwanto.

Namun, apakah foto tersebut disebarkan oleh WO melalui internet? Rikwanto melanjutkan, pihaknya selanjutnya akan meminta keterangan dari WO untuk memastikan hal itu.

"Untuk itu kita mengkerucut ke WO, nanti apakah WO menerima pelimpahan (kiriman) atau langsung memfoto pada objek (Novi-red)," jelas Rikwanto.

Selain berdasar keterangan HS, polisi juga memperoleh keterangan dari seorang polwan berinisial DI. Saat DI mengambil foto Novi dalam pose berdiri dengan hanya mengenakan bra dan hot pants ini, juga ada orang lain yang mengambil foto tersebut dari posisi yang sama.

"Berdasarkan keterangan DI, waktu dia mengambil foto Novi itu ada WO di sampingnya yang juga menjepret Novi," ujar Rikwanto.

Selain memeriksa HS dan DI, provost juga memeriksa petugas buser yang saat itu piket dan ikut mengawasi Novi saat berada di ruang penyidik.

"Dari keterangan anggota yang jaga, di ruang itu diserbu masyarakat dan media selain petugas juga tentunya," kata Rikwanto.

Dijelaskan Rikwanto, kamar penyidik itu tertutup. Pintu ruangan dilapisi kaca buram yang tidak memungkinkan pengambilan foto melalui kaca pintu karena tidak tembus pandang, hanya buram saja.

"Ini tentu ada yang masuk, ini ada penyidik dan media. Anggota di dalam menyaksikan ada media yang ambil foto Novi," tutup Rikwanto.

Sementara itu, Kepala Polres Jakarta Barat Kombes Pol Suntana mengatakan, pihaknya akan meminta keterangan dari WO terkait foto tersebut.

"Tapi kan belum tentu dia (WO) yang menyebarkan ke internet," kata Suntana.

Suntana mengatakan, pihaknya akan melakukan penyidikan lebih intensif guna mengetahui siapa pelaku penyebaran foto Novi hingga akhirnya tersebar di internet.

"Seseorang yang memfoto belum tentu dia yang upload. Yang jadi pidana itu adalah orang yang upload ke internet, itulah yang akan kita cari. Dan itu perlu waktu yang cukup lama," jelas Suntana.

Jika terbukti WO adalah yang menyebarkan foto Novi melalui internet dan alat teknologi lainnya, maka WO bisa dijerat UU ITE.

"Tapi kalau hanya memfoto saja, siapa pun itu akan kita tindak. Namun pasalnya apa, nanti kita lihat kerangka hukumnya," ujar Suntana di lokasi yang sama.

(mei/ndr) Jakarta - Anggota Polsek Tamansari berinisial HS kedapatan menyimpan foto seksi Novi Amilia (25), penabrak 7 orang di Tamansari, Jakarta Barat beberapa waktu lalu. Petugas Pejabat Pengawas (Pawas) berpangkat Iptu itu mengaku mendapat foto Novi itu dari seorang wartawan yang saat itu meliput.

"Dari hasil pemeriksaan anggota tadi siapa yang memfoto demikian, kita sudah mengkerucut terhadap wartawan berinisial WO. Dia (HS) yang di dalam HP-nya ada 2 gambar ini (gambar Novi) menerima limpahan foto dari WO," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (25/10/2012).

Dari hasil pemeriksaan metadata tim cyber crime, terdapat 2 foto gambar Novi dalam keadaan hanya mengenakan bra dan celana hot pants di kartu memori BlackBerry milik HS. Foto itu diambil beberapa saat setelah Novi diamankan di Mapolsek Tamansari.

Dua foto Novi yang gambarnya tersimpan di handphone HS ini adalah gambar yang sama dengan yang tersebar di internet.

"Dari hasil pemeriksaan laboratoris dan keterangan saksi, barang bukti (foto Novi-red) tersebut berupa pengiriman foto via BBM kepada saudara HS dari WO," kata Rikwanto.

Namun, apakah foto tersebut disebarkan oleh WO melalui internet? Rikwanto melanjutkan, pihaknya selanjutnya akan meminta keterangan dari WO untuk memastikan hal itu.

"Untuk itu kita mengkerucut ke WO, nanti apakah WO menerima pelimpahan (kiriman) atau langsung memfoto pada objek (Novi-red)," jelas Rikwanto.

Selain berdasar keterangan HS, polisi juga memperoleh keterangan dari seorang polwan berinisial DI. Saat DI mengambil foto Novi dalam pose berdiri dengan hanya mengenakan bra dan hot pants ini, juga ada orang lain yang mengambil foto tersebut dari posisi yang sama.

"Berdasarkan keterangan DI, waktu dia mengambil foto Novi itu ada WO di sampingnya yang juga menjepret Novi," ujar Rikwanto.

Selain memeriksa HS dan DI, provost juga memeriksa petugas buser yang saat itu piket dan ikut mengawasi Novi saat berada di ruang penyidik.

"Dari keterangan anggota yang jaga, di ruang itu diserbu masyarakat dan media selain petugas juga tentunya," kata Rikwanto.

Dijelaskan Rikwanto, kamar penyidik itu tertutup. Pintu ruangan dilapisi kaca buram yang tidak memungkinkan pengambilan foto melalui kaca pintu karena tidak tembus pandang, hanya buram saja.

"Ini tentu ada yang masuk, ini ada penyidik dan media. Anggota di dalam menyaksikan ada media yang ambil foto Novi," tutup Rikwanto.

Sementara itu, Kepala Polres Jakarta Barat Kombes Pol Suntana mengatakan, pihaknya akan meminta keterangan dari WO terkait foto tersebut.

"Tapi kan belum tentu dia (WO) yang menyebarkan ke internet," kata Suntana.

Suntana mengatakan, pihaknya akan melakukan penyidikan lebih intensif guna mengetahui siapa pelaku penyebaran foto Novi hingga akhirnya tersebar di internet.

"Seseorang yang memfoto belum tentu dia yang upload. Yang jadi pidana itu adalah orang yang upload ke internet, itulah yang akan kita cari. Dan itu perlu waktu yang cukup lama," jelas Suntana.

Jika terbukti WO adalah yang menyebarkan foto Novi melalui internet dan alat teknologi lainnya, maka WO bisa dijerat UU ITE.

"Tapi kalau hanya memfoto saja, siapa pun itu akan kita tindak. Namun pasalnya apa, nanti kita lihat kerangka hukumnya," ujar Suntana di lokasi yang sama.

(mei/ndr)

Ajes Sabet Juara Satu Lomba Baca Puisi Tingkat Kabupaten Kampar

BANGKINANG-Perlombaan baca puisi tingkat Kabupaten Kampar yang dilaksanakan oleh Pengurus Cabang Pramuka Kabupaten Kampar berhasil mengantarkan Ajes Demo Satria (9), murid SD 005 Lenggini, Jalan Pramuka, Bangkinang, Kelurahan Lenggini, Kecamatan Bangkinang meraih juara 1. Yang diumumkan pada hari Rabu siang, 24 Oktober 2012, kemarin.

Hal itu diungkapkan Irfan orang tua Ajes Demo Satria kepada wartawan, Kamis, 25 Oktober 2012, di Bangkinang.

" Ajes anak kami berhasil meraih juara 1 lomba baca puisi yang dilaksanakan Pengurus Pramuka Kabupaten Kampar," ungkap pria yang juga aktif dalam Lembaga Swadaya Masyarakat.

Menurut pria yang akrab disapa gondrong, bahwa anaknya Ajes memang telah nampak bakatnya sejak ikut pertama kali dalam lomba puisi yang diadakan pihak sekolahnya. Ajes saat ini duduk di kelas IV.

" Bakatnya memang terlihat sejak pertama ikut lomba di sekolahnya, dan pada lomba itu anak saya berhasil meraih juara peringkat satu. Dan tampil lagi mewakili kecamatan Bangkinang dalam lomba baca puisi yang dilaksanakan pengurus Pramuka Kabupaten Kampar, Ajes berhasil membuktikan kepada orang tuanya dengan meraih juara 1," terang Ifan.

Ajes tidak begitu instant dapat meraih juara, sebelum ikut bertanding. Ia diberikan motivasi dan dukungan dari kedua orang tuanya, ia diajarkan oleh ayahnya bagaimana cara membaca puisi yang baik.

" Ajes dengan hasil yang diraihnya sekarang, tentu merupakan suatu kebanggan bagi orang tuanya. Pada lomba tersebut anaknya mendapatkan tropi berupa piala dan tabungan Tabanas. Dan dalam waktu dekat ini, anak saya akan mewakili Kabupaten Kampar pada ajang lomba di tingkat Provinsi Riau," katanya.

Irfan mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar agar lebih mengalakkan lagi, kegiatan lomba seperti ini, kerena dengan kegiatan inilah akan didapatkan generasi penerus bangsa yang lebih baik lagi.

" Pemkab tidak hanya bicara peduli pendidikan, tapi kegiatan ekstra kulikuler di sekolah itu sangat banyak manfaatnya jika memang diberikan perhatian yang serius. Apalagi kegiatan pramuka," ujarnya.

Kata Ifan, dari yang kecil inilah pemkab bisa melakukan pembinaan terhadap anak-anak yang mempunyai bakat dan keahlian dalam bidangnya masing-masing.

" Kita cukup apresiasi dengan kegiatan yang dilaksanakan pramuka Kabupaten Kampar, apalagi pramuka yang di Ketuai oleh Hj Eva Yuliana tentu akan mendapatkan perhatian yang lebih dari Pemkab Kampar," ucapnya sembari mengakhiri perbincangan.