Jumat, 12 Oktober 2012

Fungsionaris DPC PDI-P Kampar ikuti Rakernas II

BANGKINANG-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Kampar turut bersama lebih kurang 1500 fungsionaris dan kader PDI Perjuangan seluruh Indonesia dalam rangka mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDI-P.

" Yang Insyaallah akan dibuka langsung oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, pada Jum'at siang, 12 Oktober 2012, bertempat di Imperial Ball Room, Kompleks Pakuwon Golf and Family Club Vila, Bukit Regensi Pakuwon Indah, Surabaya," ujar Sekretaris DPC PDI-P Kabupaten Kampar, Harianto Arbi, S.SOS, Jum'at pagi.

Dikatakan Arbi, dalam mengikuti acara rakernas tersebut, ia bersama Ketua DPC PDI-P Kabupaten Kampar Hj Jasnita Tarmizi sudah berada di Surabaya saat ini.

" Salah satu agenda yang dibawa oleh DPC PDI-P Kabupaten Kampar yakni guna menyampaikan aspirasi untuk merumuskan rekomendasi dan pokok pikiran yang akan disampaikan dalam rakernas tersebut," ujarnya lagi.

Menurut Arbi, dalam pelaksanaan rakernas kali ini, materi yang akan dibahas ada sejumlah agenda partai diantaranya persiapan partai menghadapi pemilihan umum 2014, mekanisme penjaringan dan penyaringan calon anggota legislative mulai dari tingkat Kabupaten kota, Provinsi hingga Caleg Pusat, pemenangan pemilukada Gubernur dan Bupati seluruh Indonesia termasuk pilgubri 2013 mendatang.

" Rakernas yang juga akan dihadiri oleh Guburnur DKI Jakarta terpilih Joko Widodo, dan dalam rakernas tersebut juga akan dilakukan evaluasi program dan kinerja partai termasuk menyusun sikap taktis menghadapi pemilu 2014," paparnya.

Selain itu  berbagai macam isu strategis dan permasalahan yang dihadapi bangsa dewasa ini." Rakernas ini bertujuan untuk konsolidasi dan evaluasi internal program partai dalam menghadapi Pemilu, Pilpres dan Pilkada," sebut Arbi yang juga pengurus Forum Wartawan Kampar (FWK).

Terkait menghadapi pemenangan pemilukada seperti pelaksanaan pilgubri 2013 mendatang kata Arbi, Rakernas II ini kemungkinan akan juga membahas dan merekomendasikan penerapan strategi pengalaman dan kesuksesan pasangan Jokowi-Ahok dipemilihan Gubernur DKI Jakarta baru baru ini yang berhasil mengalahkan pertahana Fauzi Bowi untyuk agenda pilkada daerah yang bakal diikuti calon dan kader PDI Perjuangan.
" Untuk itu, Joko widodo akan menyampaikan materi pada rakernas yang juga akan dihadiri oleh Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah bersama pimpinan DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota dari PDI Perjuangan seluruh Indonesia ini," tambahnya.

Dalam rakernas kali ini, isu isu strategis bangsa seperti perseteruan KPK-POLRI, Kenaikan Tarif Dasar Listrik dan isu ketahanan pangan akan dibahas secara spesifik untuk kemudian isu isu bangsa tersebut harus dijadikan pijakan ideolosig bagi seluruh kader partai baik dilembaga legislative dan eksekutif.

Dipilihnya Surabaya sebagai Tuan Rumah pelaksanaan Rakernas kali ini, ungkap Arbi karena berbagai alasan ikatan historis dan ideologis. Dalan kesejarahan PDI Perjuangan, Surabaya pernah menjadi tempat pelaksanaan KOngres Luar Biasa (KLB) PDI pada masa Orde Baru, even KLB tersebut yang kemudian menobatkan megawati sebagai Ketua UMUM PDI.

" Selain itu, dari Surabaya lah kekuatan reformasi kemudian menyatu dengan kekuatan rakyat. Sehingga PDI Perjuangan hadir sebagai salah satu kekuatan politik yang menjadi perekat keutuhan NKRI," Katanya.

GPPI Soroti Kinerja dan APBD Kampar

BANGKINANG-Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Gerak Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) Kabupaten Kampar melakukan aksi menyampaikan aspirasi di bundaran, depan Balai Pendopo Bupati Kampar, Jalan Prof HM Yamin SH, di Bangkinang, Kamis, 11 Oktober 2012, yang dimulai sekitar pukul 11:30 wib.

Pantauan wartawan, sebelum melakukan aksi demo, massa terlebih dahulu berkumpul di depan gedung Mahligai Bungsu, Jalan A Yani, setelah berkumpul, mereka membuat tulisan dengan cat merah, diselembar kain putih. Adapun yang bertuliskan " SELAMATKAN UANG RAKYAT, EVESIENSIKAN APBD KAMPAR, SEKDA HARUS BICARA.

Setelah, itu mereka bergerak ke bundaran untuk berorasi menyampaikan maksud dan tujuan mereka melakukan aksi tersebut. Kurang lebih 30 menit berorasi, mereka lalu meninggalkan bundaran menuju kantor Bupati Kampar. Aksi mereka mendapatkan pengawalan dari kepolisian, namun tidak banyak.

Anwar dalam orasinya di bundaran depan balai pendopo bupati Kampar mengatakan bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) merupakan anggaran tahunan yang diperoleh dari aset daerah, pajak dan retribusi dikelola melalui Pemerintah Kabupaten/Kota dan disahkan oleh DPRD.

" Namun pada saat ini masyarakat belum sepenuhnya tahu akan kinerja yang dilakukan oleh pemerintah. Yang mana ada sebahagian anggaran yang tidak tepat pada sasaran bahkan alih fungsi anggaran pun terjadi," ujarnya dalam orasi.

Sementara itu, Dedek dalam orasinya menambahkan oleh sebab itulah, Pemuda Patriotik Indonesia Cabang Kampar menyampaikan kepada pimpinan pemerintah selaku penguasa tertinggi dan memiliki tanggungjawab penuh agar bisa menegaskan kepada staf pemkab Kampar untuk mengefesiensikan APBD dan transparansi kepada masyarakat Kampar.

" Selama ini DPRD masih saja sinergi dengan para pemerintah yang diaktori oleh kelompok yang mencari keuntungan lebih dari uang rakyat," teriaknya.

Dikatakannya, inilah musibah besar bagi masyarakat kabupaten Kampar yang selama ini dilakukan oleh orang yang dipercaya memegang amanah masyarakat kabupaten Kampar.

" Yang paling kita sesali mereka lebih memikirkan hal-hal yang bertentangan pada apa yang diharapkan oleh masyarakat kabupaten kampar," lontarnya dengan nada geram sembari memegang alat pengeras suara.

Dalam orasinya, salah seorang orator menyampaikan tentang tempat tinggal Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar yang masih tinggal dikontrakan. Namun tidak tinggal di rumah dinas yang telah disediakan.

" Itukan termasuk dalam mengefesiensikan anggaran APBD Kabupaten kampar, jika tinggal di rumah dinas," sentil orator.

Usai melakukan aksi dibundaran, massa GPPI melaksanakan aksi lagi ke Kantor Bupati Kampar. Dengan naik sepeda motor mereka bersama-sama menuju kantor bupati untuk melanjutkan aksi demo mereka.    




Kamis, 11 Oktober 2012

Polres Musnahkan BB Tindak Pidana Narkotika

Polres Musnahkan BB Tindak Pidana Narkotika
BANGKINANG-Kepolisian Resor Kampar, Kamis, 11 Oktober 2012, pagi, bertempat di Halaman Markas Besar Polres Kampar, di Jalan Prof M Yamin, Bangkinang, melaksanakan acara pemusnahan Barang Bukti (BB) hasil tindak pidana Narkotika jenis ganja kering sebanyak 6 Gram didapatkan dari penangkapan terhadap Empat tersangka.

Pantauan wartawan, pagi itu Kapolres Kampar AKBP Trio Santoso SIK SH, Kasat Narkoba AKP Andi Arya Wisna, Kadis Kesehatan Kabupaten Kampar H Herlyn Rahmola SKM MKes, Kasi Intel Kejari Bangkinang Kicky Arityanto, Perwakilan BNK Kampar, bersama-sama menyulutkan api ke tong yang disediakan untuk pemusnahan BB dan disaksikan Kanit Idik Satuan Narkoba Bripka Heri Susanto SH, Brigadir Rinalfi, Briptu Goerge Rudy, Briptu Rikki Ikhwan, Bripda Angga Mufajar dan dua orang tersangka Saidinur Alias Udin Bin Arahman (Alm), Ismuhar Alias Muhar Bin Ismail Hasym dan pelaku lainnya tidak diperlihatkan.

Pemusnahan berlangsung sangat singkat. Kapolres Kampar AKBP Trio Santoso melalui Kasat Narkoba AKP Andi Arya Wisna didampingi Kanit Idik Sat Narkoba Bripka Heri Susanto SH bersama Anggota Brigadir Rinalfi yang ditemui di ruang kerjanya, usai pemusnahan, Kamis, 11 Oktober 2012, pagi jelang siang menjelaskan bahwa BB yang telah dimusnahkan tadi adalah merupakan BB yang berhasil diamankan sewaktu pengeledahan dan penangkapan terhadap Empat orang diduga pelaku dalam tindak pidana Narkotika.

" Kronologisnya, Sabtu, 29 September 2012, pagi. Tim Sat Narkoba Polres Kampar mendapatkan informasi dari masyarakat ada mobil yang mencurigakan Xenia berwarna Hitam dengan Plat Nomor Polisi (Nopol) B 1753 NFZ yang dikendarai berlima orang dari Aceh. Diduga mereka akan bertransaksi Narkotika jenis ganja. Lalu tim bergerak cepat dan kebetulan mobil yang dicurigai itu lewat lampu merah, tepatnya di depan Balai Pendopo Bupati Kampar," ujarnya.

Kemudian, lanjut Heri, mobil itu diberhentikan dan disuruh menepi dengan bantuan petugaa anggota Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Kampar mobil langsung dilakukan pemeriksaan, namun dalam mobil tidak ditemukan BB. Walapun tidak ditemukan BB, anggota masih mencurigai orang yang berada di dalam mobil tersebut.

" Kecurigaan kita makin bertambah , mobil itu tiba di Bangkinang sekitar pukul 08:00 WIB dan setelah itu pukul 11:00 WIB mereka akan berangkat lagi pulang ke Aceh," katanya.

Tidak putus asa, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim mencurigai salah dua orang tersangka yang berada didalam mobil tersebut gerak geriknya sangat mencurigakan. Dan dilakukan pengembangan didapatilah target yang diduga jaringan di Bangkinang Saidinur Alias Udin Bin Arahman (Alm).

Tim berangkat ke salah seorang warga Aceh yang ditinggal di komplek Perumahan H Syarif yang berlokasi di Jalan Prof H M Yamin SH, di depan Kantor Perikanan Kabupaten Kampar yakni tempat tinggal Saidinur Alias Udin Bin Arahman (Alm). 

Lokasi rumah Saidinur alias Udin yang tidak jauh dari Mapolres Kampar dilakukan pengintaian. Dan tidak berselang lama keluarlah istri Zaidinur, Zuriani (43) dengan gelagat mencurigakan sambil membawa bungkusan yang ditutupi dengan kain. Sangkaan anggota kain kotor yang mau dicuci.

Dan tiba-tiba saja istri tersangka membuang kertas kecil putih yang diduga bekas bungkusan. dari dalam kain tadi. Lalu anggota mengambil kertas kecil yang dibuang tadi. Dan diperiksalah dalam bungkusan kertas putih yang dibuang tadi. Makin kuat kecurigaan anggota, lalu diperiksalah apa isi kain dan dibuka kain tersebut ternyata berisi paket ganja kering yang siap edar.


" Dan dari dalam kain tadi ditemukanlah paket sebanyak 114 bungkusan kecil dengan harga Rp 5000 perpaketnya," terang pria yang dikenal ramah ini dengan insan pers.

Dikatakan Kanit Idik Sat Narkoba, Zuriani (43) dengan penemuan BB langsung dilakukan penggeledahan didalam rumahnya. Dari mulai penggeledahan dan akhirnya ditemukan BB dengan Empat paket sedang dengan harga perpaket Rp 50.000, waktu itu suaminya Zaidinur sedang dalam keadaan tidur.

" Paket sebanyak 4 bungkusan dengan harga satu paket Rp 50.000 yang terletak didalam ricecooker tempat beras dan uang sebanyak Rp 212.000. Dan diduga kalau uang tersebut dari hasil penjualan. Dan pengeledahan dilanjutkan kembali di rumah tersangka lalu ditemukan 1 paket besar dalam lemari kulkas tempat menyimpan sayur-sayuran," imbuhnya.

Jadi menurut Heri, BB yang berhasil diamankan terdiri dari satu unit mobil Xenia warna Hitam dengan Plat Nomor Polisi B 1753 NFZ, 114 bungkusan paket Rp 5000, 4 bungkusan paket Rp 50.000, dan 1 paket besar serta empat orang tersangka pelaku tindak pidana Narkotika.

Dilanjutkannya, setelah itu mereka berdua pasangan suami istri ini diamankan sekitar pukul 12:30 WIB dan dibawa ke Polres Kampar untuk diperiksa lebih lanjut. Dan dari hasil pemeriksaan barulah terungkap bahwa ganja tersebut milik Ismuhar yang telah dibeli pengedar Zaidinur.

" Ganja yang merupakan BB milik Ismuhar yang dibeli oleh Zaidinur yang diantarkan oleh kurir Heri dari Aceh dibawa mengunakan bus ke Bangkinang," terang Kanit.

Barulah dua orang diduga pelaku ditetapkan dari lima orang yang berada dalam mobil intrograsi. Ternyata dalam mobil itu ada nama Ismuhar, Heri, Alban, Ikbal dan Fahmi. 
Setelah dilakukan pemeriksa ditetapkanlah empat orang pelaku. Dua tersangka pelaku tindak pidana narkotika pemilik BB berasal dari warga aceh Ismuhar yang datang menyemput kurirnya Hari yang telah sampai di Bangkinang.

Dan dikembangan dari hasil pengakuan Zaidinur, lalu diperiksa orang yang berada didalam mobil Xenia warna Hitam yang dibawa dari Aceh. Dari pemeriksaan dan pengeledahan terdapat didalam saku Ismuhar uang sebanyak Rp 1.500.000 yang diduga hasil penjualan.

" Ternyata dari pengakuan Zaidinur dan Zuriani warga Aceh yang tinggal di Bangkinang, bahwa uang itu hasil transaksi atas pembelian BB sebesar Rp 1.500.000," tambah Brigadir Rinalfi.

Ditambahkan Rafi, bahwa Heri menjadi kurir dari Aceh naik bis berangkat ke Bangkinang untuk mengantarkan BB dengan upah sebesar Rp 500.000.

" Hari mengantarkan BB dengan upah setelah tiba di Bangkinang sebesar Rp 500.000, dan Ismuhar berangkat ke Bangkinang mengunakan mobil Xenia warna hitam dengan tujuan untuk menjemut uang dan kurir, tukasnya.

Jadi Ismuhar adalah pemilik ganja kering yang siap untuk diantarkan melalui kurir Heri dari Aceh langsung sampai di bangkinang. Tiba di Bangkinang, Heri membawa BB dari Aceh langsung menyerahkan ke Zaidinur.

" Dan dilakukan transaksi dirumah Zaidinur, Ismuhar dan ditemani Heri menerima uang sebesar Rp 1.500.000 sebagai uang pembayaran dari pengakuan Zaidinur dan Zuriani tersangka pertama yang ditangkap," sebut Rafi menirukan ucapan pelaku.  

Sedangkan tiga orang lagi yang dalam mobil hanya sebagai saksi karena mereka tidak tahu sama sekali. Mereka diajak jalan-jalan ke dari Aceh ke Pekanbaru.

" Mereka bertiga tidak ditahan, karena mereka tidak mengetahui sama sekali kejadian tersebut. Dan mereka ke Bangkinang karena diajak oleh Ismuhar untuk jalan-jalan saja," ucap anggota Sat Narkoba Polres Kampar.

Rabu, 10 Oktober 2012

Pjs Kades Desa Terantang Melenggang Usai Di Periksa

BANGKINANG-Pengeroyokan yang dilakukan Pejabat Sementara ((Pjs) Kepala Desa Terantang Ilzam (49) dan Endi Warman (39) kepada Anizar Datuk Putau Ninik Mamak Kenegerian Terantang, pada hari Jum'at, tanggal 11 Mei 2012, lalu, sekitar pukul 14:00 WIB, tepatnya di Dusun IV, Desa Terantang terjadilah cekcok antara mereka terkait masalah galian C.

Anizar salah serang ninik mamak kenegerian Terantang yang menolak terhadap galian C yang beroperasi di Dusun IV tersebut. Siang itu terjadilah keributan dan cekcok diantara mereka. Akibat cekcok pada saat itu, Anizar mengalami luka goresan dibawah telingga sebelah kanan.

Tidak terima dengan apa yang dilakukan terhadap dirinya oleh Pjs Kades Terantang dan Endi. Anizar langsung melapor ke Kepolisian Sektor Tambang. Laporan diproses Polsek sehingga ditetapkan tersangka Ilzam dan Endi.

Selasa, 09 Oktober 2012, Kejaksaan Negeri Bangkinang menerima pelimpahan tersangka pelaku dan barang bukti. Lalu dilakukan pemeriksaan dari pagi hingga sorenya, namun berkas administrasi belum lengkap masih ada yang kurang, Ilzam dan Endi batal ditahan. Jaksa yang memeriksa yakni Effendi Zarkasyi SH MH dan Novrika SH staf Kejaksaan Negeri Bangkinang.

Informasi yang didapat pemeriksaan dilanjutkan kembali, Rabu, 10 Oktober 2012, pagi tadi, bertempat di ruang jaksa yang melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan barang bukti.

Usai dilakukan pemeriksaan dan telah dinyatakan lengkap administrasinya, tersangka pelaku pengeroyokan Pjs Kades Terantang dan Endi melenggang bebas keluar dari ruangan jaksa dan Kantor Kejari Bangkinang karena tidak dilakukan penahanan oleh jaksa.

Kepala Seksi Pidana Umum Kantor Kejari Bangkinang yang dikonfirmasi melalui Kepala Seksi Intelijen yang juga selaku Humas Kicky Arityanto tidak berhasil dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, dan pesan singkat yang dikirim tidak kunjung dibalas hingga berita ini dikirim ke meja redaksi.

Izlam sekitar, pukul 13:00 WIB sempat terlihat di Komplek Kantor Bupati Kampar bersama beberapa orang di ruangan Kantor Bagian Humas dan Pemdes tepatnya di depan ruangan Asisten I Pemerintahan sedang berdiri dan terlihat berbincang-bincangan dengan pegawai.

Namun, kabar yang didapatkan bahwa ada tiga alasan tersangka Ilzam dan Endi tidak dilakukan penahanan oleh jaksa. Tersangka tidak pernah ditahan di sejak pemeriksaan di Polsek Tambang, tersangka kooperatif dan mengajukan surat penangguhan penahanan.

Padahal untuk mengajukan penangguhan penahanan itu, harus ada persyaratan yang dipenuhi oleh tersangka. salah satunya penjamin terhadap tersangka apabila melarikan diri.

30 Rumah Warga Desa Silam Terendam Air

KUOK-Akibat meluapnya air sungai Akar, Desa Silam, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar usai hujan deras yang, Senin malam sekitar pukul 21:00 WIB sampai Selasa dini hari menyebabkan 30 unit rumah warga yang tinggal kurang lebih 100 Meter dari Simpang Pulau Godang menuju arah Ujung Batu terendam air.

Kepala Desa Silam, Gusrizal yang dikonfirmasi lewat telepon genggamnya, Rabu, 10 Oktober 2012, dini hari membenarkan adanya rumah warga desa yang dipimpinnya terendam banjir yang meluap sekitar 2,5 Meter dari permukaan air sungai Akar dari biasanya akibat hujan deras.

" Awalnya hujan Senin malam pada pukul 21:00 WIB sampai Selasa dini hari pukul 00:00 WIB, lalu hujan berhenti sebentar. Dan sekitar pukul 00:30 WIB, hujan kembali deras sekali sampai pukul 03:00 WIB. Dari situlah air sungai Akar meluap sekitar setinggi 2,5 Meter dari biasanya. Akibatnya ada sekitar 30 unit rumah warga yang tergenang air," ungkap pria yang baru 1 tahun lebih menjabat Kades Silam.

Ia menambahkan saat mendapati rumah mereka terendam air, sebahagian warga langsung mengevakuasi barang-barang yang bisa selamatkan ke pinggir jalan ketempat yang lebih tinggi, ada peralatan elektronik dan lainnya yang masih bisa diselamatkan.

" Mereka menyelamatkan barang yang bisa diselamatkan lalu dibawa ke pinggir jalan dan ketempat yang tidak digenangi air," kata Gusrizal yang lahir, di Merangin pada tanggal, 4 Juni 1977 ini lewat telepon genggamnya.

Sedangkan kebutuhan pokok, hewan ternak dan perkebunan karet, sawit, dan dua kolam yang berisi bibit ikan patin yang baru sekitar 4 bulan turut juga digenangi air namun tidak seluruhnya habis hanyut. Air begitu cepatnya mengenangi rumah warga.

" Sembako dan peralatan dapur serta hewan ternak banyak terbawa arus karena tidak bisa diselamatkan. Kerugian yang dialami warga yang tergenang air rumahnya diperkirakan kurang lebih sekira Rp 83 juta berdasarkan pendataan yang dilakukannya," paparnya.

Menurutnya, informasi yang disampaikan warga sekitar kepadanya usai hujan agak sedikit reda. Dan karena hujan masih menguyur sehingga ia tidak dapat langsung meninjau kelokasi saat itu juga. Pagi hari barulah ia langsung melaporkan apa yang dialami oleh warga kepada Camat Kuok.

" Saya sudah sampaikan kepada bapak Camat Kuok, dan pagi sekitar langsung tiba Kepala BPBD Kabupaten Kampar bersama staf kelokasi M Nasir," ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar Drs H Ali Sabri kepada dirinya menyampaikan agar segera dilakukan pendataan dan dilaporkan secara resmi untuk ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar supaya dapat dibantu secepatnya.

" Kita sudah melakukan pendataan sesuai apa yang diarahkan kepala BPBD. dan termasuk melengkapi bahan-bahan yang lebih dahulu telah diserahkan pagi tadi sewaktu meninjau lokasi. Pagi akan segera diantarkan ke Kantor BPBD, agar bisa dibantu oleh Pemda Kampar," tutupnya.

Selasa, 09 Oktober 2012

Pjs Kades Terantang Belum di Tahan Jaksa

BANGKINANG-Pemeriksaan tersangka pelaku pengeroyokan yang dilakukan oleh Ilzam (49) yang merupakan Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar dengan salah seorang warga desa Endi Warman (39) batal dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Jaksa yang memegang perkara dari Kejaksaan Negeri Bangkinang, Selasa, 09 Oktober 2012, bertempat di Kantor Kejari Bangkinang, Jalan A Yani, Bangkinang.

Pantauan wartawan, siang hingga sore, Ilzam dan Endi tampak didampingi Penasehat Hukum (PH) nya terlihat keluar dari masuk ruangan jaksa yang sedang melakukan pemeriksaan Pelaku dan Barang Bukti (BB) yang diserahkan oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tambang.

Pemeriksaan dua orang tersangka dan BB oleh jaksa Effendi Zarkasyi SH MH dan Novrika SH diruang kerjanya, menjelang sore harinya, Ilzam dan Endi batal ditahan, karena masih ada syarat penyerahan pelaku dan bb yang harus dilengkapi. Sore hari nya pelaku tidak hari terlihat lagi berada di ruang JPU.

Effendi Zarkasyi SH MH salah seorang jaksa yang memeriksa perkara tersebut saat ditemui di Kantor Kejari Bangkinang, sore menjelang malam, mengungkapkan bahwa Ilzam Pjs Kades Terantang dan Endi tersangka dalam perkara pengeroyokan terhadap korban Anizar warga desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

" Pada hari Jum'at, tanggal 11 Mei 2012, sekitar pukul 14:00 WIB, di Dusun IV, Desa Terantang terjadilah cekcok antara mereka terkait masalah galian C. Pelaku telah kita lakukan pemeriksaan, namun masih belum selesai karena ada syarat administrasi yang belum dipenuhi, jadi pelaku akan datang, besok, Rabu, 10 Oktober 2012," ungkapnya.

Effendi menyampaikan dua orang pelaku pengeroyokan yang dilakukan oleh Ilzam dan Endi pada waktu itu kepada korban Anizar, sehingga menyebabkan korban mengalami bekas memar dan goresan di bagian bawah telingga sebelah kanan.

" Berkas perkara pengeroyokan telah dinyatakan lengkap (P21) dan telah dilimpahkan sehingga dilakukan pemeriksaan terhadap dua orang pelaku dan bb. Tadi telah kita lakukan pemeriksaan, dan masih ada administrasi yang belum dilengkapi sehingga belum selesai," terangnya.

Senin, 08 Oktober 2012

BNK Kampar Belum masuk Instansi Vertikal BNN

BANGKINANG-Badan Narkotika Nasional yang berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) RI, Nomor 83 Tahun 2007 tidak berlaku lagi secara otomatis setelah diberlakukannya aturan baru yaitu dengan Peraturan Presiden (Perpres) RI, Nomor 23 Tahun 2010.

Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) saat ini yang vertikal dengan BNN Pusat baru ada sekitar 75 Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK) dari 500 Kabupaten/Kota dan 33 Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) di Indonesia. 

Data itu diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional (Ka BNN) Komisaris Jendral Polisi Gories Mere melalui Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Komisaris Besar Polisi Sumirat Dwiyanto yang dikonfirmasi wartawan, kemarin.

" Untuk masa transisi, masih ada BNNK yang langsung dibawahi BNN dan BNK yang diketuai oleh Wabup atau Walikota. Saat ini yang vertikal dengan BNN Pusat baru ada 75 BNNK Kota dari 500 an Kabupaten atau Kota dan 33 BNN Provinsi," ungkapnya dalam pesan singkat yang diterima.

Ketika ditanya tentang status BNK Kampar, apakah termasuk dalam intansi vertikal BNN. Ia mengatakan akan mengecek terlebih dahulu.

" Maaf saya cek dulu, soalnya saya masih di Bandung dan tidak hafal kota mana yang sudah vertikal dengan BNN, tks," ujarnya.

Setelah dikembali ditanya bagaimana statusnya, lalu dijawab." Kampar belum masuk dalam 75 BNNK Kota instansi vertikal BNN, kalau ada pelantikan baru sedang dikonfirmasi kebagian organisasi, mudah-mudahan segera dapat datanya terima kasih," ucapnya.   

Sebelumnya Bupati Kampar H Jefry Noer berpedoman dengan berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) No 83 Tahun 2007 yang telah digantikan dengan Peraturan Presiden No 23 Tahun 2010.

Maka Bupati Kampar mengeluarkan Surat Keputusan (SK) No 02/SK/BNK-KPR/IX/2012, Tanggal 10 September 2012 tentang kepengurusan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar dari Jabatan Ketua yang dijabat oleh Wakil Bupati Kampar H Ibrahim Ali SH kepada Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kampar Drs H Zulfan Hamid, pada hari Rabu, 03 Oktober 2012, siang, sekitar pukul 13:30 WIB, bertempat di Aula Pertemuan, Komplek Kantor Bupati Kampar, Jalan Lingkar, di Bangkinang
  
Bupati Kampar H.Jefry Noer menjelaskan bahwa SK tentang kepengurusan BNNK Kampar sudah lama ditandatangani dan dikeluarkan. Namun tidak berjalan, menurut Jefry bahwa peredaran narkoba di Kampar luar biasa bahkan sampai ke desa-desa. Dan ini perlu perhatian dari Pemda Kampar dan BNNK Kampar.

Oleh karena itu dengan pelantikan ini dan di keluarkannya SK Bupati termasuk masalah anggaran sudah dikeluarkan. Kepada ketua yang baru dilantik, bupati mengharapkan segera membuat MoU, supaya pengurus dapat menjalankan tugas sesuai yang diamanatkan dalam rencana kerja dan anggaran.

Bupati Kampar H.Jefry Noer menjelaskan bahwa SK tentang kepengurusan BNNK Kampar sudah lama ditandatangani dan dikeluarkan. Namun tidak berjalan, menurut Jefry bahwa peredaran narkoba di Kampar luar biasa bahkan sampai ke desa-desa. Dan ini perlu perhatian dari Pemda Kampar dan BNK Kampar.

Oleh karena itu dengan pelantikan ini dan di keluarkannya SK Bupati termasuk masalah anggaran sudah dikeluarkan. Kepada ketua yang baru dilantik, bupati mengharapkan segera membuat MoU, supaya pengurus dapat menjalankan tugas sesuai yang diamanatkan dalam rencana kerja dan anggaran.